Tampilkan postingan dengan label BERITA TERKINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TERKINI. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Penggalian Situs Dihentikan demak jawa tengah


Penggalian Situs Dihentikan demak jawa tengah


DEMAK
- Penggalian situs di Dukuh Trangkil, Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam dihentikan untuk menghindari kerusakan. Menyusul temuan situs di lahan persawahan milik H Lawi,  warga terus menggali lokasi temuan. Beberapa bentuk bangunan mulai terlihat dengan tatanan batu merah kuno dengan ukuran besar. Terakhir muncul beberapa tangga yang berderet, dan sebuah sumur.

Bahkan beberapa bata merah yang pecah atau sebagian yang dikembalikan oleh warga, dikumpulkan di lokasi sebelah selatan. “Kita hentikan penggalian atas permintaan pemilik lahan,“ ucap Sukamto alias Cebleng, warga Mrisen.

Terpisah, Kepala Desa Mrisen Muhamad Kusnin, menyatakan ternyata lokasi situs bukan wilayah Desa Mrisen namun masuk kawasan Desa Kuncir yang merupakan tetangga desa. “Memang pemiliknya orang Mrisen namun lokasi situs sudah masuk Desa Kuncir,” ungkap Kusnin. Lokasi situs cukup unik, hanya lahan satu bahu (0,6 hektar) yang masuk di wilayah Desa Mrisen, namun lahan itu berdasarkan peta desa masuk di Desa Kuncir.

Lanjut Kusnin, dulu lahan itu memang masuk Desa Mrisen, namun karena persoalan desa masa lalu, yaitu ketika pemangku adat dulu akan menikahkan anaknya dengan mas kawin lahan itu, ternyata pernikahan batal. Dan pemangku adat berikrar seluruh keturuan Desa Mrisen tak boleh menikah dengan warga dari Dukuh Trangkil, hingga sekarang warga tak berani melanggar ikrar itu.

Menurut Kusnin lokasi situs memang banyak ditemukan barang sejarah, puluhan tahun lalu berdiri sebuah arca dewa tanpa kepala, namun tiga tahun lalu sudah dibawa oleh Dinas Pariwisata Demak. Dan ada beberapa arca kecil sudah dijarah oleh warga.

Sungai Lebar
Antara lokasi arca dan lokasi situs saat ini dipisahkan oleh sungai afour, namun sekitar 50 tahun lalu sungai itu sangat besar, selebar 25 meter. Dan sungai itu menyambung ke wilayah Proto, Kabupaten Pati. Terkait penemuan situs bata merah, Kades Kuncir Selamet Wartoyo menambahkan, sekitar dua bulan lalu, dari pemukiman warga sekitar 100 meter dari temuan situs, juga ditemukan tumpukan batu merah sedalam dua meter. Karena warga terkait akan membuat jamban, tumpukan bata itu dibiarkan sekalian menjadi jamban.

Dan dua ratus meter dari situs terdapat sumur bernama sumur Pahit, karena kualitas air bersihnya bagus, warga memasang pipa pompa air dan menutup sumur itu. Seterusnya 500 meter dari situs baru itu, warga lain juga menemukan batu merah sedalam 2 meter. “Namun warga terkait menutup kembali dengan tanah dan membiarkan lahan itu menjadi dadah suwung (lahan terbuka),” jelas Wartoyo.

Dari temuan-temuan itu, Wartoyo menduga ada situs yang membentuk tapal kuda melengkung setengah lingkaran. Terkait temuan tersebut dirinya juga khawatir akan muncul berbedaan pendapat antarpenganut kepercayaan.

Beruntung kemarin, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah sempat menyurvei dan menyarankan untuk menghentikan penggalian. (swi/15)     

sumber berita http://wargademak.blogspot.com/2012/11/penggalian-situs-dihentikan.html

Minggu, 02 Desember 2012

pemandangan pantai wonosari demak


Pemandangan Indah Laut Jawa dari Pantai Morosari


KABUPATEN
Demak selain terkenal dengan wisata religi, juga menawarkan panorama keindahan pemandangan laut yang berada di Objek Wisata Pantai Morosari.
Pantai Morosari yang terletak di Desa Bendono, Kecamatan Sayung tersebut, ternyata berbatasan dengan wilayah Kota Semarang dan berjarak sekitar 3,5 km dari Jalan Raya Semarang-Demak.
Selaian menawarkan keindahan pantai, objek wisata tersebut juga dilengkapi dengan restorant Seafood “The Ocean” yang menyajikan menu makanan laut spesial dengan view laut Jawa yang mempesona dan berbagai fasilitas permainan.*
Sumber : Humas Pemkab Demak
Editor : Herry Febriyanto

Warga Desa Mrisen, Demak Temukan Situs Bersejarah


Warga Desa Mrisen, Demak Temukan Situs Bersejarah


WARGA
Demak digegerkan dengan temuan diduga situs bersejarah. Lokasi Penemuan situs bersejarah tersebut diareal persawahan milik, H. Lawi, warga Rt 01/Rw 01 Desa Mrisen, Kec. Wonosalam, Kab. Demak, baru-baru ini.

Pertama kali situs bersejarah tersebut ditemukan oleh H Lawi yang sebelumnya dia bermimpi ditemui seseorang untuk menggali sawahnya yang ada barang yang harus diambil dan dilestarikan.
“Dalam mimpi saya ada seseorang berpesan menggali sawah saya dan menyarankan untuk menyerahkan ke Dinas Pariwisata Demak.” Ungkap Lawi kepada Jatengtime.com, jum’at (19/10) dikediamannya.
Lawi menambahkan, setelah H Lawi bermimpi langsung menceritakan kepada seorang tetangganya, sukamto alias Cebleng. Kemudian, dirinya bersama pemuda lain berusaha menggali lokasi untuk mencari kebenaran mimpi tersebut.

Setelah kurang lebih satu meter menggali sawah milik H Lawi, mendapati batu bata yang tertata rapi semacam anak tangga yang tertata miring.

Warga yang terus menggali hingga (18/10) kemarin, menemukan enam anak tangga sebelah selatan dengan lantai bata merah yang berukuran besar. Dan, 2 anak tangga lagi sebelah selatan.

Tak hanya itu saja, warga juga mendapati tatanan batu bata merah yang keadaan melingar bundar seperti sumur. ”sumur tersebut seperti tempat pemandian raja atau putri jaman Majapahit.” Ungkap Sukamto dilokasi penemuan.

Sementara itu, H Lawi akan menyerahkan lokasi penemuannya kepada Dinas Pariwisata atau Musium untuk melestarikan peninggalan sejarah.

Kini lokasi penemuan situs bersejarah tersebut diberi garis polisi. Dan, warga masih terus berdatangan untuk sekedar melepas rasa penasarannya.**

Sabtu, 01 Desember 2012

mengatahui ciri-ciri cwek yang masih perawan

Tips Cara Mengetahui Ciri Ciri Cewek Yang Masih perawan

Berikut Adalah Tips Cara Mengetahui Cewek Yang Masih perawan :
1. Cewek perawan Yang Otot vagina sempit tak ada hubungan dg ukuran tubuh wanita,baik gendut kurus ataupun tinggi dan pendek.

2. Cewek perawan umumnya berambut tipis,biasanya mudah dissir dan ditata,rambut tipis bukan berarti tidak lebat, yg saya maksud ukuran helai rambutnya yg lebih halus.

3. Cewek perawan umumnya Bibir kecil alias imut,tidak melebar dan tidak tebal.

4. Cewek perawan umumnya Alis mata susunannya tipis,maksudnya bukan berarti jarang.tepatnya seperti garis jelas dan beraturan.

5. Cewek perawan umumnya Ukuran telinga kecil dan tipis seakan2 terlihat transparan.6. Cewek perawan umumnya Bokong membulat dan padat,kalo dilihat persisi ada lekukan bak gitar spanyol.

7. Cewek perawan umumnya Payudara tipe mangkok,atau kalo dilihat dari depan seperti dua lingkaran,bukan payudara jantung pisang,ato pepaya.

8. Cewek perawan umumnya Mudah kaget,maksudnya gampang geli.

9. Cewek perawan umumnya Gigi rapi dan kuat.

10. Cewek perawan umumnya Sangat feminim,biasanya mudah menangis.

11. Cewek perawan umumnya Ukuran jarinya meruncing dan indah.

12. Cewek perawan umumnya Kalo yg kulitnya putih urat halus kehijaun membayang dikulitnya.

13. Cewek perawan umumnya Rada pemalu kalo digoda,tapi yg ini tergantung siprianya yg menggoda,kalo udah dapat dia bahkan sangat manja dan penuh perhatian.

14. Cewek perawan umumnya Dalam memilih warna pakaian cewek jenis ini suka warna putih dan hijau pucuk.

Demikianlah ciri-ciri wanita dengan otot vagina sempit alami, biasanya cewek tipe ini kesulitan waktu melahirkan, alternatifnya bisa dengan operasi caesar. Seandainya sudah melahirkan alami pun umumnya vagina cewe tipe ini akan kembali mengencang tanpa minum jamu-jamuan untuk otot vagina.
Penjelasan ilmiahnya dikarenakan kepadatan otot didinding vagina yg jauh melebihi dinding vagina wanita lainnya. Analogisnya adalah orang yg mukanya cabi dan tirus,ini bukan faktor olah raga tapi memang selalu ada tanda-tanda lahiriah.

pencuri speda montor di wedung demak

Hari : minggu,2 Desember 2012

Dikabar terjadi penculikan sepeda montor tempatnya berada di  kecamatan wedung kelurahan wedung kabupaten demak,yang kejadinya pada waktu habis sholat dhu,ur penculik sepeda montor itu tertangkap setelah seseorang warga wedung sedang sedang mencurigai pencuri ini eh ternyata sial juga nasib pencuri itu pemilik sepeda montornya datang akhir nya pemuda itu di hajar masa warga wedung dan di bawah ke plores setempat dan di larikan ke demak,,,

Selasa, 27 November 2012

Jawaso Pecangaan Makin Berkibar




http://www.wartademak.com/ext/themes/a.1/ilustrasi.php?src=/ext/mediafiles/2012/11/e.jpg&h=240&w=320&zc=1
Pecangaan, Warta Demak
-

Jamiyyah Sholawat Walisongo (Jawaso) baru-baru ini meluncurkan album ketiganya yang bertajuk Seruan Ilahi. Album tersebut, merupakan bukti eksistensi Jawaso dalam meyerukan gema sholawat dilingkungan Kabupaten Jepara.
Abdullah Karim, perintis groub rebana Jawaso mengatakan mulai dari tahun 2010 hingga 2012 telah tiga album yang Jawaso luncurkan. “Ketiga album tersebut adalah Pujaanku (2010), Anugrah (2011) dan Seruan Ilahi (2012),” katanya.
Karim menerangkan pada album ketiga tersebut ada depalan lagu yang semuanya hasil cipta anggota Jawaso. “Meski sudah ada lirik arabnya dalam kitab namun semua lagu nadanya kami arasement kembali,” terangnya.
Delapan lagu tersebut adalah Utamanya Sholawat (Ciptaan:Asraf), Ahli Nabi (Karim), Annabi (Asraf), Tuhan Kami (Karim), Kalimat Tauhid (Karim), Asyik (Karim) Cahaya Nabi (Arul) dan Bersholawatlah (Faiz).
Proses penggarapan album ketiga tersebut memakan waktu yang tidak singkat, hampir dua bulan terakhir semua personil Jawaso yang mayoritas peserta didik MA Walisongo Pecangaan giat untuk berlatih.
“Proses awal penyusunan nada lagu dimulai bulan September, baru pada akhir Oktober ini dilakukan perekaman.” Jelas Abdullah Karim saat ditemui jurnalis MA Walisongo.
Target
Musyaifin, ketua Jamiyyah Sholawat Walisongo menargetkan tahun depan Jawaso dapan mengeluarkan album kembali. “Target kami sekarang adalah agar jamiyyah ini semakin dikenal orang dan diberikan kesempatan untuk menggemakan sholawat,” targetnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Santunan Yatama Bahagiakan Yatim Di Bulan Asyyuro



Santunan Yatama Bahagiakan Yatim Di Bulan Asyyuro



http://www.wartademak.com/ext/themes/a.1/ilustrasi.php?src=/ext/mediafiles/2012/11/a.jpg&h=240&w=320&zc=1
Wedung, Warta Demak
-

Bertempat di serambi Masjid Jami’ “Baitul Makmur” desa Kedungmutih kecamatan Wedung Kabupaten Demak ,Sabtu (24/11) telah berlangsung penyerahan santunan kepada Yatama ( Yatim Piatu, Yatim dan Piatu ) yang ada di desa Kedungmutih. Santunan yang merupakan kegiatan rutin pengurus Masjid sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu.
Hadir dalam kesempatan itu sekitar 40an Yatama yang didampingi masing-masing orang tua atau wali, Pengurus masjid dan juga kaum atau warga yang tinggal di sekitar masjid. Hadir dalam kesempatan itu Bpk. Ahmad Mujab selaku nadhir masjid, Bpk KH. Maskur dan juga K. Suhari S PdI yang dalam kesempatan itu memberikan mauidoh hasanah atau Tausiyah.
Musyafiq H. Din (46) salah satu panitia santunan Yatama pada Warta Demak mengatakan , tahun ini persiapan panitia tidak begitu matang karena sebagian panitia ada udzur. Namun demikian berkat kerja keras dan koordinasi yang baik acara santunan Yatama bisa berlangsung sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Penggalangan dana Yatama dilakukan dengan mengedarkan amplop kosong kepada seluruh warga masyarakat yang ada di desa Kedungmutih. Beberapa hari setelah itu panitia bekerja sama dengan siswa MA maupun MTs “ Ribhul Ulum” mengambil amplop yang telah diisi uang oleh warga. Selanjutnya uang dikumpulkan jadi satu untuk di rekap yang kemudian dibagikan berdasarkan daftar Yatama yang ada.
“ Alhamdulillah bulan Asyuro tahun 1433 H ini kami bisa mengumpulkan uang dari masyarakat lebih 10 juta . Uang ini akan kami bagikan dalam amplop ini sesuai dengan daftar yang ada . Jika ada sisa biasanya untuk acara santunan Yatama bulan ramadhan “, ujar Musyafiq didampingi Amin yang juga panitia santunan Yatama.

Suhari, S Pd I dalam tausiyah singkatnya mengatakan , sebagai anak Yatim janganlah berkecil hati oleh karena itu dalam keseharian harus seperti anak yang lainnya , harus belajar yang giat dan juga melakukan kegiatan sehari-hari yang lainnya. Allah SWT akan memberikan tempat tersendiri bagi anak-anak Yatim yang mau bertaqwa kepada Allah SWT. Jangan karena tidak mempunyai orang tua lalu malas belajar atau mengaji bahkan berbuat yang kurang baik.
Untuk orang yang mampu Suhari menekankan adanya rasa memiliki pada Yatama , sehingga anak-abak yatim tersebut diharapkan dapat hidup layak seperti yang lainnya . Misalnya biaya sekolah , pakaian dan biaya hidup sehari-hari seharusnya menjadi tanggung jawab orang-orang yang mampu. Oleh karena itu ketika diselenggarkan acara santuanan Yatama diharapkan semua ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan sebagian hartanya untuk yatama.
Sebelum acara pembagian santunan Yatama diisi pula dengan acara do’a dari anak yatim yang dibacakan oleh ananda nurusyifak yang cukup menarik perhatian hadirin . (Muin)

Gus Mus: Bangsa Ini Krisis Silaturrahim


Gus Mus: Bangsa Ini Krisis Silaturrahim


 http://www.wartademak.com/ext/themes/a.1/ilustrasi.php?src=/ext/mediafiles/2012/10/2w.jpg&h=240&w=320&zc=1

Warta Demak -
Wakil Rais Aam PBNU, KH A Mustofa Bisri mengungkapkan tradisi silaturrahim saat ini tidak begitu marak. Tradisi ala Indonesia itu menurutnya hanya marak pada saat momentum Idul Fitri saja. Demikian pokok tausiyah Gus Mus dalam Pengajian Umum Silaturrahim Alumni pesantren Raudlatut Thalibin desa Kalipucang Wetan, kecamatan Welahan, Rabu malam (3/10).
Silaturrahim saat ini, ungkap Gus Mus banyak dilakukan lewat koran dan televisi. Apa yang disampaikan hanya bisa didengarkan dan dibaca. Ia menilai silaturrahim dengan bertatap muka langsung sudah sangat jarang dilakukan.
“Sampeyan paleng krungu opo seng disampekno. Tapi durung mesti ngerti kelakoane seng ngomong apek opo elek,” katanya.
Bangsa Indonesia sekian lama mengalami krisis multidimensi berkepanjangan. Disamping itu, lanjutnya juga mengalami krisis silaturrahim. “Sebab krisis silaturrahim itulah orang tua saling bertengkar. Anak-anak pelajar saling tawuran,” lanjutnya.
Dimana-dimana, imbuh Gus Mus terjadi tawuran; di gedung DPR, pasar, jalan, sekolah dan banyak tempat lain. Makanya para sesepuh terdahulu mengajarkan silaturrahim, halal bihalal. Tradisi tersebut akunya hanya ada di Indonesia. Enam tahun ia mukim di Mesir dan merayakan lebaran 5 kali disana tidak menemukan hal tersebut.
Suatu ketika, ceritanya ia hendak mencari istilah silaturrahim/ halal bihalal. Dibeberapa kamus semisal Lisanul Arab, Munjid dan beberapa kamus yang lain memang tidak menemukannya. Ia malah menemukan istilah halal bihalal di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yakni upacara ketika habis Ramadhan.
Dulu, para sesepuh jika dikunjungi saat lebaran dengan detail menyanyakan kesalahan apa yang pernah diperbuat. Tidak hanya pengakuan kesalahan secara global. Meski begitu permohonan maaf dikabulkan. Hal itu menurut Gus Mus sisi luar biasa dari warisan leluhur.
Meskipun di Mesir tidak ada tradisi silaturrahim/ halal bihalal, disana paparnya orang yang sedang bertengkar tidak akan berlarut-larut. Pertengkaran diawali dengan adu mulut setelah itu baru adu jotos. Akan tetapi jika dalam suatu pertengkaran dibacakan shalawat, seketika pertengkaran usai.
“Jika Lybia, Saudi, Mesir sering terjadi konflik tetapi perseteruan itu mudah selesai barangkali karena dibacakan shalawat,” guyonnya.
Seringnya konflik urai Gus Mus juga dipicu suhu panas yang mencapai 50 derajat. “Orang sana (timur tengah) itu gampang muring-muring yo gampang ilange. Orang Indonesia angel muring-muringe angel ilange,” imbuhnya.
Di akhir tausiyah, ia menghimbau agar hadirin semakin mendekatkan diri kepada Allah. Bertakwa kepada Allah agar menjadi hamba yang saleh juga berbuat baik dengan hambanya Allah. (Syaiful Mustaqim)

Pon-Pes “ Al-Haromain” Bagikan 150 Kambing Kurban


Pon-Pes “ Al-Haromain” Bagikan 150 Kambing Kurban

 http://www.wartademak.com/ext/themes/a.1/ilustrasi.php?src=/ext/mediafiles/2012/11/100_2245.jpg&h=240&w=320&zc=1

Jepara, Warta Demak -
Ada yang unik disetiap menjelang Hari Raya Idul Adha, sudah 2 tahun terakhir ini pondok pesantren Al-Haromain Rajekwesi Mayong Jepara menyalurkan 250 ekor kambing Qurban yang diperoleh dari NGO (Non Government Organization) yang berasal dari Negara Turki.”kuota tahun kemarin sebanyak 100 kambing dan tahun ini naik menjadi 150 ekor” ujar Gus Haiz, Ketua Yayasan Pondok  pesantren, Kamis 25 Oktober 2012.
Dikatakan pada tahun ini 100 ekor dibelikan di Yogjakarta dan 50 ekor di wilayah Batealit dan Mayong Jepara, dan mudah mudahan akan ada tambahan kuota ditahun depan sehingga bisa berbagi dengan banyak kalangan di Jepara.
Dari 150 kambing itu, hanya sebagian yang dipotong di pesantren Al Haromain. Lainnya telah didistribusikan ke beberapa pesantren, Masjid, Musholla, GP Anshor, Kementerian Agama, SD, MTS, MA juga MADIN di Kabupaten Jepara, Kudus, Demak, Pati dan sekitarnya dengan tujuan menjalin Ukhuwah Islamiyah, dan sekaligus memperkenalkan Muqorrib (pemberi kurban) kepada Mustahiq (penerima).
diceritakan pula pembagian dipusatkan di halaman pondok Pesantren al haromain dimulai pukul 08.00- 12.00 meskipun setelah subuh sudah ada beberapa lembaga yang sudah datang untuk antri mengambil qurban. penyaluran hewan qurban ini diawali kunjungan pengurus UICC Turkey Oktober tahun lalu.
Pengurus yang datang ke Al Haromain adalah Ferhat BAS dan Yusuf pengurus UICCI Turkey, kunjungan itu menawarkan beberapa kerjasama antara lain memberikan dan menyalurkan hewan kurban setiap tahunya.
UICCI Turkey juga mengharapkan agar disetiap tahun dari Pesantren Al-Haromain Jepara dapat mendelegasikan 5 sampai 10 santri terbaik untuk dikirim ke Turkey guna beasiswa belajar dengan tanpa dipungut biaya. Seluruh biaya belajar 3 tahun di Turkey akan ditanggung oleh pihak UICCI bahkan selain mereka mendapatkan pendidikan, Akomodasi, Konsumsi, Pakaian, Rihlah juga mendapatkan mukafaah atau uang saku sekitar $45 setiap bulanya dan $1500 setiap tahunya.
Hingga saat ini Al Haromain sudah merekomendasikan 19 santri dari Al-Haromain dan Pesantren mitra Al Haromain, dimana sebagian dari mereka sudah mengikuti proses pembelajaran di Istanbul Turkey yakni Asma’ Karimah dari Rajekwesi Mayong, dan Khoirun Niswah dari Kriyan Kalinyamatan. Mereka sudah berangkat ke Turkey awal 2010 lalu.
Dan tahun 2012 ini 4 santri sedang dalam proses karantina di Jakarta guna persiapan berangkat ke Turkey antara lain Maulidyatul Hikami dan Aniq Ubaidillah dari Mindahan Kidul Batealit, Ika Umi Latifah dari Ngasem Batealit dan juga Eri Susanti dari Bawu Batealit Jepara.
Ustadz Qutub Pengasuh PP Al Haromain menyatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama itu. “kerjasama ini awal yang baik dan semoga dapat bermanfaat bagi kaum muslimin-muslimat di Jepara khususnya, dan mudah-mudahan intensitas kerjasama akan lebih meningkat baik dari jumlah hewan kurbannya maupun jumlah santri yang dikirim ke Turkey,” jelasnya.
Dijelaskan, UICC merupakan pusat kebudayaan islam terbesar di Turkey dan telah mempunyai banyak cabang di berbagai Negara antara lain di Jerman, Prancis, Jepang, Australia, Singapura termasuk di Indonesia.
Sementara itu, pembentukan United Islamic Cultural Center Of Indonesia (UICCI) atau Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia, oleh sukarelawan muslim Indonesia dan Turkey telah dilakukan 2005 lalu. Mereka sudah bergerak dalam pemberian beasiswa dan penyaluran bantuan hewan kurban.
Pendidikan di Turki sendiri menggunakan sistem Turki ostmani serta mempunyai keunggulan di progam Tahfidnya dimana mereka mempunyai metode cepat menghafal Al Quran.
Pembelajaran ini dilakukan dengan metode hafiz alimaniyah yang cepat dan efektif. Mereka juga mendapat pelajaran kitab kuning juga fiqih asy’ariyah. (HumasAl-Haromain).

Tahun Baru sebagai Momentum Memperbaiki Diri


Tahun Baru sebagai Momentum Memperbaiki Diri


 http://www.wartademak.com/ext/themes/a.1/ilustrasi.php?src=/ext/mediafiles/2012/11/f.jpg&h=240&w=320&zc=1

Pecangaan, Warta Demak -
Sekarang kita telah berhijrah dari tahun 1433 H ke 1434 H. perubahan tersebut tidak hanya dapat kita maknai sebagai hukum alam, bahwa waktu akan terus berputar, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Semua itu tidak dapat terulang kembali. Sehingga dalam rangka menyambut datangnya tahun baru 1434 H, perlu kita evaluasi diri kita baik secara kemasyarakatan maupun keimanan.Kata Hijrah dapat kita maknai sebagai perpindahan atau pindah. Yang berarti kita telah berpindah dari suatu hal ke hal lainnya. Dalam sejarah ke Rosulan, nabi Muhammad SAW pada masanya telah berhijrah dari Makah menuju Madinah. Hijrah tersebut tidak terlepas dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperbaiki Taulid dan meyebarkan agama Allah kepada masyarakat Madinah. Langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut sedikit membuahkan hasil yang gemilang dibandingkan dengan sebelumnya.
Selain itu masih banyak lagi makna Hijrah yang dapat kita telusuri. Dalam sebuah hadist, Rosulullah bersabda bahwa hijrah adalah meninggalkan yang dilarang Allah SWT dan melaksanakan yang diperintahnya. Sehingga dalam hal ini kita dituntut untuk selalu menyerukan amal ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan taraf ibadah secara konsekuen serta mempererat kekeluargaan kepada sesama manusia.
Kita juga dianjurkan untuk meningkatkan diri dalam semua bidang. Mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, kemasyarakatan hingga bidang keagamaan. Peningkatan tersebut merupakan salah satu indikator bahwa pada tahun ini diri kita lebih baik dari tahun kemaren. Namun sebaliknya apabila ditahun ini kita merasakan biasa-biasa saja, maka kita perlu untuk segera bangun dan memperbaiki langkah agar tidak digolongkan sebagai orang yang merugi.
Hijrah dapat pula kita maknai sebai perubahan atau revolusi. Pasalnya kita dianjurkan untuk merubah sikap, tingkah laku dan perbuatan. Apabila kita hari ini lebih baik dari hari kemaren maka kita patut bersyukur karena kita dapat dikatakan berhasil, namun apabila hari ini sama dengan hari kemaren maka kita patut mengevaluasi diri kita, karena kita dapat dikatan merugi. Yang harus kita waspada adalah apabila hari ini lebih buruk dari kemaren maka kita telah mendapatkan ancaman dari Allah SWT, sehingga perbaikan secara konsekuen harus terus kita lakukan.
lah untuk mempertahankan keimanan. Penduduk Makah yang kala itu sangat kontra terhadap perjuangan Nabi Muhammad SAW dirasa sudah sangat mengancam jiwanya sehingga beliau memutuskan untuk berhijrah ke Madinah.
Hijrah juga berarti kemenangan, meskipun kita belum mendapatkan hasil yang diinginkan, namun kita sudah dapat dikatakan sebagai pemenang apabila sudah meluruskan paradigm dari yang kurang baik menjadi baik. Langkah awal tersebut sudah dipandang menjadi sebuah keberhasilan. Sehingga  dalam berhijrah kita harus memiliki semangat untuk mengisi hari-hari dengan hal-hal yang lebih baik. (Rif’ul Mazid Maulana)